Setiap wanita pasti menunggu saat2 seperti ini.. saat yang mungkin jadi hal yang ditunggu-tunggu dan menggembirakan. Dan aku baru saja mengalami peristiwa itu hari Minggu lalu. Apa rasanya? Siapa yang melamar?? tentunya pertanyaan itu yang lebih dulu muncul… yang melamar adalah pria kedua dalam hidupku. Rasanya? tentu menyenangkan dan membingungkan. Lho kok? kenapa?? Jawabannya sangat sederhana.. karena aku menyukai pria ketiga dalam hidupku.
Aneh.. Ya, sangat aneh. Sahabat-sahabat wanitaku akan berkomentar seperti ini.. “Kenapa aku masih menyukai pria ketiga itu? bukankah dia tidak menyukaiku?”. Ya.. dia memang tidak menyukaiku, tapi aku tidak bisa mengusir rasa itu untuk pergi. Sudah setahun kucoba, tapi rasa itu seperti rasa lapar yang selalu menyerangku tanpa ampun karena aku tidak memuaskan rasa lapar itu.
Ya, aku tahu aku gila.. bodoh atau apalah yang akan kalian ucapkan. Tapi itu benar adanya. Bukan aku tak menyukai pria kedua yang setia menemaniku dan mengisi hari-hariku sepanjang 15 tahun terakhir. Bukan aku tak menyayangi dia.. Tapi aku juga tak bisa membohongi diriku sendiri, aku merindukan pria lain.. yang pernah mengisi hari-hari yang pendek di tahun lalu. Dan itu membuatku gila…
Aku belum membuat keputusan apapun. Aku belum meng-iyakan atau menolak lamaran itu. Kuyakinkan hatiku bahwa aku mencintai si pria kedua..sungguh. Tapi aku juga merindukan pria ketiga itu. Dan aku sangat ingin bertemu dengannya.. sayangnya, aku tak punya keberanian untuk menemuinya kembali seperti dulu. Sungguh.. aku bingung teman…
(